DISEWAKAN RUANG KANTOR DI GEDUNG MENARA JAMSOSTEK

SPECIAL PRICE AVAILABLE SPACE ON NOVEMBER 2016

OTOMATISASI DIGEDUNG MENARA JAMSOSTEK DAN INOVASI

gedung-menara-jamsostek-eTeknologi otomatisasi penghemat listrik diterapkan di gedung perkantoran, pabrik, rumah,  kolam renang, dan sarana lain. Apa bila tidak dibutuhkan, secara otomatis gedung pintar itu akan memadamkan peralatan, dan menyalurkan listrik ke peralatan yang membutuhkannya.

Di masa depan, gedung-gedung pintar akan secara otomatis menyesuaikan konsumsi listriknya dengan pasokan tenaga surya dan angin yang berfluktuasi. Sebuah hasil penelitian menghasilkan tentang kelayakan teknis dari pendekatan yang semacam ini, yang mana akan melibatkan penyesuaian sistem dan pompa ventilasi tanpa memengaruhi kenyamanannya. Peralatan untuk menutupi konsumsi yang tinggi di dalam mencegah kelebihan muatan pada jaringan telah sejak lama digunakan secara umum di Amerika Serikat. Teknologi-teknologi otomatisasi yang baru akan membuatnya menjadi lebih hemat energi.

Atap-atap rumah-rumah keluarga dilapisi dengan modul-modul listrik bertenaga surya berwarna biru kehitaman yang cerah, bukit-bukit dipenuhi dengan kincir-kincir angin, dan pertanian-pertanian lepas pantai menghasilkan listrik bertenaga angin di tempat-tempat seperti di Laut Utara dan Laut Baltik. Akan tetapi,  suplai arus listrik dari matahari dan angin tidaklah memungkinkan berlangsung konstan, karena energi yang dihasilkan berfluktuasi dengan cuaca.

Fasilitas-fasilitas energi angin sekarang tercatat mencapai kurang lebih sebesar tujuh persen dari seluruh listrik yang dihasilkan misalnya  di Jerman—hampir  dua persen dari yang kira-kira dihasilkan oleh tenaga surya. Selama beberapa tahun terakhir, taman-taman angin Laut Utara telah berulang kali mati akibat kuatnya angin yang memengaruhi terjadinya kelebihan muatan pada  jaringan lokal.

Pada kasus yang lain, kelebihan listrik telah dikirimkan ke negara-negara tetangga, meskipun pada kenyataannya listrik tersebut tidak benar-benar dibutuhkan. Pengiriman ini kadangkala mengurangi harga-harga yang lebih jauh dapat membuat para suplier merugi, terutama karena mereka juga masih harus membayar biaya-biaya transmisi. Sementara itu, pada saat angin sedang lemah, maka pembangkit-pembangkit tambahan pastilah dihidupkan, yang membuat listrik menjadi lebih mahal.

Meningkatnya penggunaan energi dari sumber-sumber yang dapat diperbaharui akan menempatkan lebih banyak beban pada jaringan-jaringan energi di masa depan. Berdasarkan temuan German Energy Agency, jalur-jalur listrik baru sepanjang 3600 kilometer harus terbangun pada tahun 2020 di Jerman untuk mengantarkan listrik kepada para konsumen. Akan tetetapi, bila penambahan tersebut masih belum cukup, karena jaringan-jaringannya haruslah menjadi lebih pintar agar bisa menciptakan transparansi  yang lebih besar dan memastikan model-model penentuan harga yang lebih fleksibel dan distribusi listrik yang lebih baik.

Sekarang juga sedang dibicarakan bahwa unit-unit penyimpanan listrik yang menyediakan kelebihan listrik ketika angin bertiup dan matahari bersinar, dan kemudian mengembalikannya ke jaringannya ketika angin sedang tenang dan langit sedang mendung. Sebagai tambahannya, kendaraan-kendaraan listrik mungkin digunakan di masa depan sebagai suatu permintaan energi yang sangat besar dengan menggunakan baterai-baterai yang tidak terhingga jumlahnya. Meskipun demikian, baterai-baterai di dalam dua juta kendaraan listrik akan mempunyai suatu kandungan energi kira-kira 40 gigawatt hours listrik, yang menggabungkan kapasitas dari seluruh unit-unit penyimpanan di Jerman.

DISEWAKAN RUANG KANTOR DI GEDUNG MENARA JAMSOSTEK JAKARTA