PENTINGNYA KEAMANAN, KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

logo-k3Training Keamanan, Kesehatan, Dan Keselamatan Kerja (K3) diadakan hari Rabu tanggal 30 Nopember 2016 di Ruang meeting  kantor Pengelola PT.Bina Jasa Abadikarya lantai B2 Tower Utara Gedung Menara Jamsostek jam.10.00 wib diikuti semua Departmen terkait Security, Engineering, House Keeping, HSE, Quality Control  sebagai Tranner Bapak Sofian mempresentasikan Pengertian Penanggulangan kebakaran adalah usaha menyadari/mewaspadai akan faktor-faktor yang menjadi sebab munculnya atau terjadinya kebakaran dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah kemungkinan tersebut menjadi kenyataan. Penanggulangan kebakaran membutuhkan suatu program pendidikan dan pengawasan beserta pengawasan karyawan, suatu rencana pemeliharaan yang cermat dan teratur atas bangunan dan kelengkapannya, inspeksi/pemeriksaan, penyediaan dan penempatan yang baik dari peralatan pemadam kebakaran termasuk memeliharanya baik segi siap-pakainya maupun dari segi mudah dicapainya.

img_20161130_101805

 A. Pengenalan Kelas-Kelas Kebakaran Kebakaran di Indonesia dibagi menjadi tiga kelas, yaitu:

Kelas A Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda padat, misalnya kertas, kayu, plastik, karet, busa dan lain-lainnya. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: air, pasir, karung goni yang dibasahi, dan Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering.

Training Keamanan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Training Keamanan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Kelas B Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda mudah terbakar berupa cairan, misalnya bensin, solar, minyak tanah, spirtus, alkohol dan lain-lainnya. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: pasir dan Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering. Dilarang memakai air untuk jenis ini karena berat jenis air lebih berat dari pada berat jenis bahan di atas sehingga bila kita menggunakan air maka kebakaran akan melebar kemana-mana

Kelas C Kebakaran yang disebabkan oleh listrik. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering. Matikan dulu sumber listrik agar kita aman dalam memadamkan kebakaran

 Keamanan Kesehatan dan Keselamatan Kerja penanggulangan bahaya kebakaran

Training Keamanan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Prinsip Pemadaman Kebakaran

Kebakaran adalah suatu nyala api, baik kecil atau besar pada tempat yang tidak kita hendaki, merugikan dan pada umumnya sukar dikendalikan. Api terjadi karena persenyawaan dari:  Sumber panas, seperti energi elektron (listrik statis atau dinamis), sinar matahari, reaksi kimia dan perubahan kimia.  Benda mudah terbakar, seperti bahan-bahan kimia, bahan bakar, kayu, plastik dan sebagainya.  Oksigen (tersedia di udara)

Peralatan Pencegahan Kebakaran

A.APAR / Fire Extinguishers / Racun Api Peralatan ini merupakan peralatan reaksi cepat yang multi guna karena dapat dipakai untuk jenis kebakaran A,B dan C. Peralatan ini mempunyai berbagai ukuran beratnya, sehingga dapat ditempatkan sesuai dengan besar-kecilnya resiko kebakaran yang mungkin timbul dari daerah tersebut, misalnya tempat penimbunan bahan bakar terasa tidak rasional bila di situ kita tempatkan racun api dengan ukuran 1,2 Kg dengan jumlah satu tabung. Bahan yang ada dalam tabung pemadam api tersebut ada yang dari bahan kinia kering, foam / busa dan CO2, untuk Halon tidak diperkenankan dipakai di Indonesia

Training Keamanan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Training Keamanan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

  1. Detektor Asap / Smoke Detector Peralatan yang memungkinkan secara otomatis akan memberitahukan kepada setiap orang apabila ada asap pada suatu daerah maka alat ini akan berbunyi, khusus untuk pemakaian dalam gedung.
  2. Fire Alarm Peralatan yang dipergunakan untuk memberitahukan kepada setiap orang akan adanya bahaya kebakaran pada suatu tempat.
  3. Sprinkler Peralatan yang dipergunakan khusus dalam gedung, yang akan memancarkan air secara otomatis apabila terjadi pemanasan pada suatu suhu tertentu pada daerah di mana ada sprinkler tersebut.
  4. Manajemen Penanggulangan Kebakaran Pre Fire control  Identifikasi potensi bahaya kebakaran  Identifikasi tingkat ancaman bahaya kebakaran  Identifikasi scenario  Perencanaan tanggap daruratPerencanaan system proteksi kebakaran  Pelatihan In Case Fire Control  Deteksi alarm  Padamkan  Lokalisir  Evakuai  Rescue  Amankan Post Fire Control  Investigasi  Analisis  Rekomendasi  Rehabilitasi

SPECIAL PRICE AVAILABLE SPACE ON DECEMBER